Minggu, 31 Agustus 2014

Aktivasi Akun Institusi PADAMU NEGERI 2014

      Setelah kita berhasil mendaftarkan akun operator sekolah kita di Padamu Negeri 2014, maka langkah selanjutnya adalah kita harus mengaktifkan AKUN INSTITUSI/AKUN SEKOLAH kita, maka dari itu akun institusi sekolah yang berupa angka NPSN/SIAP ID hanya bisa digunakan untuk mengelola akun  yang ada dibawah naungan sekolah tersebut, yaitu akun Admin Sekolah, PTK dan Siswa. Untuk mengaktifkan akun institusi sekolah kita, ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Login dengan menggunakan akun institusi Sekolah anda ke http://padamu.siap.web.id pilih    Login Sekolah kemudian login menggunakan NPSN sekolah anda.
2. Setelah login, maka anda akan ditampilkan halaman seperti dibawah ini. Lakukan klik Kelola Akun Institusi 


3. Pilih menu Kelola Grup Akun > Daftar Anggota Grup Admin

 4. Klik icon Tambah (+)
5. Masukkan email pribadi Admin Sekolah, kemudian klik tombol Cek Email. Pastikan email sudah terdaftar di layanan SIAP Komunitas, jika belum terdaftar silakan didaftarkan terlebih dahulu ke http://siapku.com  ( https://paspor.siap-online.com/registrasi/ )
 6. Jika email sudah benar dan terdaftar di SIAP Komunitas maka akan dimunculkan biodata dari pemilik akun tersebut, klik tombol Simpan.

7. Cetak Surat Akun dan lakukan aktivasi sesuai perintah yang tertera pada Surat Akun tersebut. Tips jika anda tidak terhubung dengan printer pada saat proses pendaftaran akun institusi ini, ada dapat mencetak surat aktivasi akun institusi ini di lain waktu dengan jalan menyimpan terlebih dahulu dengan format PDF menggunakan browser google chrome. dengan cara CTRL + P > Save As PDF

8. Lakukan LOGOUT dari login anda yang menggunakan Akun Institusi Sekolah (SIAP ID Sekolah).
9. Kunjungi http://padamu.siap.web.id pilih Login Sekolah dan lakukan login dengan menggunakan email pribadi Admin Sekolah yang telah anda tambahkan tadi. Akan dimunculkan Dasbor Layanan, pilih PADAMU SEKOLAH.


10. Masukkan Kode Aktivasi yang terdapat pada Surat Akun (S01c), kemudian klik tombol Aktivasi.
11. Selamat Akun Institusi/Akun Sekolah anda sudah berhasil di aktivasi










Langkah Mendapat Kartu Electronic Identitas PTK Padamu Negeri

Kartu Identitas PTK dimaksud dapat dicetak mandiri oleh setiap PTK melalui akun login masing-masing di Layanan PADAMU NEGERI.
Beberapa persyaratan harus dipenuhi oleh setiap PTK baik naungan Kemdikbud dan Kemenag sebelum dapat mencetak Kartu Digitalnya masing-masing. Persyaratan tersebut antara lain:
1. Mengisi EDS 2014 (Berlaku bagi Pendidik jenjang SD, SMP, SMA, SMK dibawah naungan Kemdikbud saja) lihat Agenda Padamu Negeri tahun ini
2. Mengisi Kuisoner Diklat Kurikulum 2013 (Bagi Pendidik yang telah mengikuti Diklat K13 Juni-Juli 2014 lalu)
3. Upload Foto Diri PTK
4. Cek Portofolio PTK
5. Cetak Kartu Digital PTK

Berikut panduan pengaktifan NUPTK/PegID setiap PTK :

  1. Login ke layanan PADAMU PTK masing-masing.
  2. Ikuti instruksi yang muncul pada dasbor PADAMU PTK Anda, klik tombol Isi Angket untuk memulai melengkapi data agar Anda Terdaftar Aktif di BPSDMPK-PMP Kemdikbud tahun 2014/2015.
  • Isi angket EDS dengan lengkap, klik tombol Lanjut untuk menuju ke pertanyaan selanjutnya.

  • Klik tombol Simpan jika telah selesai mengisi EDS, klik Ke Langkah Sebelumnya  jika ingin mengoreksi isian EDS.

  • Selanjutnya,silakan memeriksa kembali Data Portofolio Anda. Klik tombol Status Keaktifan seperti pada gambar.

  • Pada halaman Beranda Anda, status isian Angket EDS Anda telah berubah seperti pada gambar di bawah ini.

  • Selanjutnya, lengkapi Survey Kurikulum, klik tombol Isi Survey. 
  • Pilih Ya Bagi Anda peserta Diklat Kurikulum 2013 dan isi Kuisoner Pelaksanaan Diklat Kurikulum 2013 yang telah Anda ikuti sebagai bahan masukan pelaksanaan selanjutnya, atau pilih Tidak jika Anda bukan Peserta Diklat Kurikulum 2013. Klik Simpan untuk melanjutkan.  

  • Selanjutnya, Cek Portofolio Anda, ikuti instruksi pada tahap tiga. Klik tombol Upload Foto seperti pada gambar. 

  • Unggah foto PTK Anda, pastikan File yang akan Anda unggah adalah file JPG, PNG, dan GIF dengan ukuran maksimum yang diijinkan 250 X 400 pixel. Klik tombol Unggah untuk menyimpan foto Anda. 

  • Setelah Anda berhasil meng-unggah foto PTK, Selanjutnya pada tahap tiga, Anda diminta untuk cek/memeriksa kelengkapan data rinci Anda, klik tombol Aktifkan Data seperti pada gambar. 

  • Periksa lembar portofolio Anda, klik tombol Edit kembali jika masih ada yang perlu dilengkapi, klik tombol Aktifkan jika sudah benar. 

  • Setelah berhasil mengaktifkan PTK, cetak kartu digital Anda menggunakan menu yang sudah disediakan. Klik tombol Cetak seperti pada gambar. 

  •  Selesai, Kartu Digital Anda telah berhasil dicetak.




  • Jumat, 18 April 2014

    Ujian Paket C Berlangsung di PKBM Ardi Putra

    Kayangan ( Gema Pantura FM )
    ,-- Sebanyak 51 orang peserta yang tergabung dalam PKBM Ardi Putra Pendua Desa Pendua Kecamatan Kayangan KLU mengikuti Ujian Paket C, Senin,(14-16/04/2014).

    Ketua PKBM Ardi Putra Pendua H.Juhardi mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional Paket C dilaksanaan serentak dengan ujian tingkat SMA sederajat.Ia menyebutkan peserta ujian nasional paket C ini adalah mereka yang tidak belajar di sekolah reguler dan usianya pun rata-rata diatas dua puluhan tahun.

    Dikatakan, peserta yang mengikuti Ujian Nasional Paket C ini biasanya mereka yang pernah bersekolah dan putus sekolah yang disebabkan factor internal maupun eksternal dan atau mungkin mereka hanya memiliki ijazah SMP sederajat saja. Selain itu, mungkin juga mereka sudah tamat SMA sederajat dan ijazahnya itu tidak bisa digunakan untuk perubahan karir (khusus PNS), sehingga mereka harus mengikuti ujian nasional paket C.

    Pada penyelenggaraan Ujian Nasional Paket C tahun ini khususnya di KLU ada 4 PKBM, yaitu PKBM di Pemenang, PKBM di Gangga, PKBM di Bayan dan PKBM Ardi Putra Pendua ini. Sehingga jumlah peserta secara keseluruhan yang mengikuti Ujian Nasional Paket C tersebut hampir mendekati angka empat ratusan. ”Khusus di PKBM Ardi Putra Pendua ini dari sejak tahun 2003 hingga tahun 2014 ini tercatat 2.476 orang sudah menamatkan baik paket A,B maupun paket C,”jelas Juhardi.

    Senada dengan itu, Ketua Panitia Ujian Nasional Paket C Saparudin,S.Pd mengatakan, program Ujian Nasional di PKBM Ardi Putra ini dibagi menjadi 2 gelombang, dimana untuk gelombang pertama digelar Ujian Nasional Paket C bersamaan atau serentak dengan sekolah reguler 14-16 April 2014 saat ini dan program Ujian Nasional untuk paket B pada bulan Juli 2014 mendatang. Ia menyebut peserta yang ikut ujian nasional paket C kali ini rata-rata berusia lanjut dan mereka rata-rata sudah bekerja, baik di instansi pemerintah maupun di swasta.

    Agar tidak mengganggu proses ujian nasional di sekolah reguler, pelaksanaan UN untuk program paker C dilaksanakan mulai pukul 13,00 wita, setelah proses ujian di sekolah regular itu selesai.

    Terkait dengan adanya kemungkinan-kemungkinan issu beredarnya kunci jawaban serta ada indikasi membantu peserta ujian menjawab soal, karena usia mereka rata-rata rentang 20-50 tahun. Terkait hal itu, lagi-lagi Sapar, begitu panggilan akrabnya ini disapa membantah issu itu. “Kami tidak mendengar adanya issu kunci jawaban beredar pada peserta ujian, termasuk adanya kemungkinan issu membantu peserta dalam menjawab soal, itu tidak benar,”kilahnya.

    Sapar menyebut, Khusus ujian nasional di PKBM Ardi Putra Pendua ini, issu terkait adanya kunci jawaban dan adanya issu membantu peserta menjawabkan soal ujiannya, tidak ada terdengar pihaknya. Sedangkan pelaksanaan ujian di PKBM yang berdiri sejak tahun 2003 itu, prosesnya juga sama dengan pelaksanaan di sekolah reguler, dimana pengawasnya di masing-masing ruangan juga ada 2 orang, ditambah lagi dengan adanya pengawas independen dari Unram. Sapar berharap agar pelaksanaan ujian nasional di PKBM yang walaupun jauh dari keramaian ini bisa berjalan lancar dan aman, sehingga memperoleh kelulusan sesuai harapan.(Eko)

    Jumat, 21 Februari 2014

    SDN 4 Selengen Terus Berbenah

    Kayangan,(Gema Pantura FM),-- Banyak Cara yang ditempuh
    sekolah dalam memoles dirinya. Seperti halnya SDN 4 Selengen yang letaknya di Dusun Tangga Desa Selengen sekitar 18 km kearah tenggara dari ibukota Kecamatan Kayangan.

    Sekolah yang baru devinitif pada tahun 2012 dibawah kepemimpinan Murdin,S.Pd ini, telah mampu membawa perubahan yang signifikan. Pasalnya, sejak dipercaya menjabat Kepala SDN 4 Selengen itu, Murdin dalam melaksanakan tugas memajukan sekolahnya selalu mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.Semangat inilah yang terus di pupuknya, sehingga tidak heran sekolahnya tiap tahun mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah KLU.

    Murdin menyebut, perhatian Pemda terhadap sekolah yang dipimpinnya itu berupa bantuan dua buah RKB pada tahun 2012, satu buah perpustakaan, satu RKB dan dana rehab 4 ruang kelas dan satu ruang UKS pada tahun 2013. Dengan adanya dana bantuan tersebut, pihaknya mengaku bisa memoles wajah sekolah yang sebelumnya masih menyatu dengan perkampungan Dusun tradisional Tangga itu, menjadi yang lebih baik.

    Murdin yang asal Karang Tal Desa Kayangan ini mengaku bahwa setiap melakukan perencanaan pembangunan untuk kpentingan sekolah, dirinya selalu melibatkan masyarakat atau wali murid melalui Komite Sekolah. Sehingga apa pun yang menjadi program yang direncanakan tidak terlepas dari persetujuan Komite.

    Wajah SDN 4 Selengen yang hanya memiliki 3 guru negeri termasuk Kepala Sekolah dan 8 guru honorer saat ini tidak kalah dengan SDN lainnya yang ada di Kayangan. Walau letaknya terpencil dan cukup jauh dari keramaian, namun dalam hal memajukan sekolah tidak kalah dengan yang terlebih dahulu ada.Termasuk dalam bidang akademik, juga patut diperhitungkan.Buktinya, pada tanggal 11 Januari 2014 lalu salah seorang siswinya bernama Dende Anggita Aulia adalah terbaik satu dalam OSN lomba pidato tingkat SD/MI se - Kecamatan Kayangan.

    Kemudian di bidang fisik, SDN 4 Selengen ini juga kini tengah membangun gapura dengan dana pengembangan dari rehab tahun lalu sebesar 15 juta rupiah lebih.Sehingga Murdin yang mulai menjabat Kepala Sekolah sejak tanggal 18 Januari 2012 ini berencana kedepan akan programkan pembangunan tembok keliling dan wc untuk siswa dari dana DAK yang didapatkannya pada tahun 2014 ini.”Ini yang menjadi PR yang harus kami lakukan,”janjinya.(Eko)

    Senin, 10 Februari 2014

    Lomba Hasta Karya Tingkat Kabupaten diraih Tutik Susilawati dari Santong

    Santong,(Gema Pantura FM),-- Siswi MTs ABQ Nahdlatul Wathan Santong Tutik Susilawati Heriawani (14) anak pasangan Sukati dan Rukinah adalah juara 1 lomba Hasta Karya tingkat Kabupaten Lombok Utara tahun 2013 lalu.

    Berpenampilan sederhana dan pendiam, siswi kelas XI MTs ABQ NW Santong ini disegani teman sebayanya di sekolah. Modal inilah yang membuat dirinya selalu menyabet juara pada setiap kali mengikuti lomba serupa lainnya..

    Dibalik sikapnya yang ramah dan mudah akrab dengan siapa saja, Tutik rupanya memiliki bakat seni yang luar biasa. Sehingga tidak heran dengan bakat seni yang dimilikinya itu bisa membawa nama harum sekolahnya.Bakat seni yang dimiliki itu pula, siswi asal Santong dari lingkungan keluarga sederhana ini juga mampu menjadi kebanggaan orang tuanya.

    Untuk mengembangkan bakat seni dalam berhasta karya, Tutik selalu diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai even yang ada, baik ditingkat kecamatan maupun ditingkat kabupaten.Sehingga prestasi terakhir yang diraih siswi yang bercita-cita ingin menjadi Polwan ini sebagai juara 1 lomba hasta karya tingkat Kabupaten Lombok Utara antar pelajar MTs yang di gelar di Gondang pada tahun 2013 lalu.

    Selain prestasi dibidang seni hasta karya tersebut, siswi yang dikenal guru dan teman sebayanya yang murah senyum ini, ia juga sebagai salah satu peserta yang mewakili KLU dalam Jamdatu (Jambore Antar Waktu) di Bima beberapa waktu lalu.Sehingga dengan keikutsertaannya itu, oleh Pemda KLU, dirinya diberikan beasiswa untuk siswa berprestasi. Karena memang yang boleh menjadi peserta Jamdatu itu adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya.

    Siswi pemilik wajah ayu ini, disamping memiliki prestasi membanggakan tersebut, ia juga aktif mengikuti kegiatan eskul di sekolahnya, seperti pramuka, paskib, UKS, L2A dan aktif pula dalam bidang seni baca Al-Qur’an yang di gelar setiap malam Jum’at di Diniyah Santong Timur di bawah asuhan Ust.Abd.Rauf.(Eko)

    Menderita Tumor, Nasir Butuh Perhatian Pemerintah

    Kayangan,(Gema Pantura FM),-- Adalah Nasir (47) warga Dusun Sumur Pande Tengah Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, merupakan penderita Tumor sudah puluhan tahun di deritanya.Tumor yang bercokol di paha kaki kanannya tersebut hingga saat ini besarnya seperti sarang lebah bergelantungan.
    Nasir yang sudah memiliki keturunan 2 orang asal Suradadi Lombok Timur ini mengaku mulai tinggal di Sumur Pande Tengah Desa Sesait yang terkenal dengan motto Merenten itu sejak tahun 1989, dengan alasan ikut istri yang juga keponakan salah seorang politisi partai Golkar DPRD KLU Djekat.

    Nasir menuturkan, penyakit yang di deritanya sejak puluhan tahun silam itu, menurut keterangan dokter spesialis tulang di kota Mataram, ketika memeriksakan diri tahun 2009 lalu, oleh dokter dinyatakan bahwa dirinya mengidap penyakit tumor. Lalu ia disarankan merujuknya ke Surabaya. Karena terbentur masalah tidak ada biaya, katanya, dirinya lebih memilih untuk tidak berangkat.Akhirnya hingga saat ini, ia hanya pasrah saja menerima nasibnya.

    Selanjutnya Nasir bertutur hal ihwal penyakit tumor yang menimpa dirinya. Berawal dari Malaysia, ketika pulang kerja biasanya naik mobil. Saat itu hari sedang hujan lebat. Ketika turun dari mobil mereka langsung lari berebutan dengan teman-temannya. Nah saat itulah (2004) nasib malang menimpanya, Nasir terjatuh sehingga mengakibatkan mangkok tulang lututnya terlepas. Kemudian dibawa ke rumah sakit (hospital) .Oleh dokter di Malaysia, katanya harus di potong kakinya.Tapi Nasir tidak mau, lantas minta di pulangkan saja ke Indonesia.

    Diceritakannya, walau dalam keadaan sakit yang serius, dirinya terus di pulangkan ke Negara asalnya Indonesia. Di Indonesia pun perawatan di lanjutkan dengan merujuk ke Klinik Biomedikal Mataram. Oleh pihak Klinik tersebut menyarankan agar merujuk ke Surabaya. “Lagi-lagi masalah biaya yang menjadi kendala sehingga batal di rujuk ke Surabaya,”urai Nasir.

    Awalnya penyakit yang diderita Nasir biasa saja tidak ada cirri-ciri akan membesar seperti sekarang hingga mencapai diameter 90 cm.Sebenarnya dia mengaku tidak bisa bangun dan beranjak dari tempat tidurnya, tapi karena semangatnya yang tinggi untuk tetap bertahan hidup, maka hal itu tetap dilakukannya setiap hari. Lebih-lebih dirinya adalah satu-satunya tulang punggung keluarga yang menjadi harapan dan tumpuan keberlangsungan hidup menafkahi keluarganya.

    Selama lebih puluhan tahun mengidap penyakit tumor yang dideritanya tersebut, Nasir terus berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini kesehatan maupun dinas lainnya untuk membantu meringankan beban solusi nasib yang menimpa dirinya. Karena tidak ada kemampuan untuk berobat itulah sehingga keadaan penyakit tumor yang menyerang dirinya, mulai dari lutut hingga pangkal pahanya itu semakin lama semakin membesar dan keras seperti batu.

    Namun yang patut di acungi jempol yang terdapat pada diri Nasir yang walaupun selama hampir 10 tahun lebih menanggung derita tumor tersebut adalah semangatnya yang tinggi untuk tetap bekerja menghidupi keluarganya dengan bermodalkan sebagai tukang jahit.

    Diakuinya, selama ini dia hanya bisa pasrah menerima nasibnya, yang setiap hari hanya mampu tidur, bangun dan mendekam di kamar tidurnya.Sesekali ia keluar dan duduk di berugak saka empat miliknya dengan bantuan tongkat. Sehingga siapapun yang melihatnya pasti miris dan terharu.

    Kepala Dusun Sumur Pande Tengah Sedim mengaku sangat sedih dan prihatin melihat penderitaan warganya yang hampir puluhan tahun ditimpa musibah tersebut.Sehingga Sedim yang sudah 2 periode menjabat ini berharap agar semua pihak terutama pemerintah daerah bisa membantu mencari jalan keluarnya.

    Senada dengan Sedim, Waji Ahmad Sesait salah seorang keluarga terdekat Nasir juga berharap pemerintah daerah memperhatikan hal ini. Walau keadaan sakit seperti itu, Nasir memiliki dedikasi dan semangat tinggi untuk bekerja menghidupi keluarganya dengan menjahit. “Mohonlah Pemerintah Daerah terutama dinas terkait memperhatikan hal ini,”harapnya. (Eko)

    Link